Hanya asap tebal dari cahaya merah yang ada di tangan menemaniku melintasi malam menembus gerbang rahasiamu wahai allah-ku Ketika aku berjalan menembus batas kemampuan Aku mendapati mutiara yang dahulu di temukan oleh seorang perempuan Mutiara itu telah hitam kelam berjalan di atas jeritan zaman Entah bagaimana aku memutihkan kembali mutiara itu Ku menembus lebih dalam dunia-MU Dan apa yang ku
lihat wahai Allah-ku Ya Allah-ku, sungguh aku telah melihat kebesaran-MU Ya Allah-ku, Cahaya yang begitu indah memancar dari langitmu membelah diriku menjadi dua, putihku dan hitamku
BINTANG ILALANG DAN MATAHARI
Bunga putih yg bernyanyi di atas asap tebal memecahkan kesunyian sang penari kedinginan Bunga putih terus menyanyi dan menyanyi Sang penari terus menari dan menari Tetapi sang raja membubarkan mereka Padahal aku menikmati pemandangan itu Kini aku kembali sendiri hanya ketakutan kesedihan yang menemaniku dalam kubah mutiara kelamku
RENUNGKAN
salju begitu putih ketika dilihat diantara malam dan pijar cahaya tak abadi raungan srigala kutub begitu merdu di antara obrolan para iblis
hanya antara jeritan hati dan rintihan jiwa yg terlihat sempurna di antara jubah cinta dalam asap kebencian
RUMAH CINTA TERBAKAR AMARAH